Pages

Blogger news

Rabu, 19 Juni 2013

KAWAH IJEN



Keunikan Alam Belerang

Kawah Ijen yang berupa kawah danau berada di puncak Gunung Ijen yang terletak di perbatasan Banyuwangi dan Bondowoso yang masuk dalam wilayah Cagar Alam Taman Wisata Ijen, tepatnya di Kecamatan Licin, Kabupaten Banyuwangi dan Kecamatan Klobang, Kabupaten Bondowoso, Propinsi Jawa Timur. Kawah yang berada di ketinggian 2.386 mdpl ini merupakan kawah danau terasam di dunia dengan ph 0,5 dan kawah danau terbesar di Pulau Jawa dengan luas sekitar 5.466 hektar yang berbentuk elips dengan ukuran sekitar 960 m x 600 m. Ketinggian permukaan air danau di Kawah Ijen mencapai 2.140 m dengan kedalaman danau sekitar 200 m yang berisi sekitar 36.000.000 m kubik air asam beruap. Air kawah danau ini berwarna hijau tosca. Terdapat berbagai ukuran dan warna batu belerang di dalamnya yang menjadikan Kawah Ijen mempunyai pesona tersendiri. 



Di atas kawah ini diselimuti kabut dan asap belerang yang menjadi daya tarik Kawah Ijen ini. Banyak wisatawan mancanegara yang terpesona dengan keindahan Kawah Ijen ini. Terdapat deretan gunung yang bisa kamu lihat dari Pos Paltuding di Gunung Ijen ini : Gunung Merapi, Gunung Widodaren, Gunung Ranti dan Gunung Papak. Hilir mudik penambang belerang menjadi pemandangan sehari-hari di puncak Gunung Ijen ini.
Jika kamu ingin berkunjung ke Kawah Ijen, sebaiknya berkunjung saat musim kemarau yaitu antara bulan Juli sampai September. Saat musim hujan, jalan menuju Kawah Ijen menjadi licin dan membahayakan. Dan untuk mendaki menuju Kawah Ijen sebaiknya dilakukan antara pukul 05:00-06:00 pada saat matahari belum bersinar terik karena perjalanan akan memakan waktu sekitar 4 jam untuk naik turun gunung.

Akses ke Kawah Ijen
Kamu bisa memulai perjalananmu menuju Kawah Ijen dari Kota Banyuwangi ataupun Bondowoso. Dari salah satu dua kota tersebut kamu bisa menuju Pos Paltuding dengan menyewa jip dengan waktu tempuh sekitar 3 jam. Kemudian dari Pos Paltuding kamu harus berjalan kaki sejauh 3 km. Di awal 1,5 km jalur yang dilalui menanjak dengan kemiringan sekitar 25-35 derajat. Jalur 1,5 km berikutnya agak landai dan kamu bisa menikmati pemandangan deretan gunung yang indah hingga ke puncak Gunung Ijen. Untuk mencapai Kawah Ijen kamu harus menuruni jalur terjal dan berbatu sepanjang 250 m.

Biaya tiket masuk
Tiket masuk ke obyek wisata ini seharga Rp. 2.000/orang untuk wisatawan domestik dan Rp. 15.000/orang untuk wisatawan mancanegara.

 belerang di kawah ijen


fire blue di malam hari


Reade more >>

PLENGKUNG BEACH

Plengkung Beach ‘Surga Peselancar’

Pantai Plengkung merupakan salah satu dari tujuh dari lokasi surfing terbaik di dunia. Pantai Plengkung bagi masyarakat umum mungkin kurang terkenal atau masih asing di telinga. Masyarakat lebih mengenal pantai Kuta di Bali atau Pantai Senggigi di Lombok daripada pantai ini. Namun bagi para peselancar profesional atau peselancar dunia, pantai Plengkung sudah sangat tak asin lagi bagi mereka. Bahkan ada yang menyebutkan bahwa pantai ini merupakan surga bagi para peselancar profesional.

Plengkung mempunyai keunikan tersendiri dengan ombak yang sangat bagus untuk olah raga selancar. Menurut para peselancar dunia, ombak di Plengkung termasuk 3 besar terbaik dunia dan hingga saat ini telah 4 kali dijadikan lokasi event tingkat internasional. Saat ini di Plengkung terdapat 3 (tiga) pengusaha pariwisata alam yang menyediakan paket wisata surfing yang dilengkapi dengan fasilitas akomodasi.

Keadaan pantai Plengkung yaitu batas pasang surut mencapai ± 1 km dari garis pantai dengan dasar pantai karang mati yang rata diakibatkan abrasi. Pada bagian Barat pantai Plengkung sekitar 1,2 km dari garis pantai terdapat patahan dasar laut yang membentuk palung laut, Disamping itu terdapat dinding karang yang berjarak ± 600 meter dari garis pantai yang mengelilingi bagian Selatan Taman Nasional Alas Purwo.

Adanya palung laut dan dinding karang tersebut mengakibatkan terjadinya arus bawah laut dan membentur dinding karang yang membentuk gelombang air laut yang besar dengan ketinggian antara 6-7 feet. Gelombang laut yang besar dengan panjang mencapai 1-2 km serta berlapis-lapis sangat baik untuk olah raga surfing. 6-7 lapis gelombang yang sering terlihat di Plengkung terutama antara bulan Juni-Juli. Para peselancar menamai masing-masing jenis ombak tersebut dengan nama : Kong, Money trees, Launching pad, Speedy, Chicken break, Twenty-twenty dan Tiger track. Tinggi dan panjang serta lapisan gelombang tersebut tergantung ada tidaknya angin Barat ke laut. Kegiatan surfing biasanya dilakukan antara bulan Maret – Oktober.


Reade more >>

PAPUMA BEACH




Papuma Beach

Pantai Papuma merupakan salah satu pantai unik yang ada di Indonesia. Papuma melengkapi daftar pantai di Indonesia yang terkenal dengan keindahannya. Bentuk batuan karangnya yang terkadang tak masuk akal tergambar jelas dan menakjubkan bisa anda temukan di Pantai Papuma.



Pantai Papuma terletak di desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Gugusan batu karangnya berada di tengah laut dan tentu menjadi daya tarik khas Pantai Papuma. Dari kota Jember anda harus menempuh perjalanan sekitar 45 km ke arah Selatan. Pantai ini juga memiliki suhu udara antara 25-32 derajat celcius.

Di Pantai Papuma ada batu karang tinggi di lepas pantai. Karena bentuknya yang tinggi, karang ini dinamakan Siti Hinggil (bahasa jawa:dataran tinggi). Untuk bisa melihat keindahan laut lepas Pantai Papuma dari Siti Hinggil, anda bisa menyewa perahu nelayan. Batu karang dengan ketinggian lebih dari 50 mdpl dapat anda gunakan untuk melihat pemandangan objek wisata Gua Lawa (bahasa Jawa: Gua Kelelawar) yang memiliki kedalaman lebih dari 30 mdpl. Gua Lawa ini dapat dicapai pada saat air sedang surut. Konon, lokasi ini merupakan tempat bertapanya Kyai Mataram.

Ada yang lebih mempesona selain jejeran karang, yaitu pasir putih dan panorama matahari terbenam (sunset) semakin menambah keindahan yang sempurna. Jangan terlewat, adacagar alam hutan tropis di sekeliling pantai yang selalu digunakan untuk Pekan Raya setiap tanggal 1-10 Syawal dan Larung Sesaji.

Sebagai pantai yang memiliki banyak keindahan alam dan telah dikelola sebagai tempat wisata, Pantai Papuma sudah dilengkapi dengan beberapa fasilitas penunjang untuk kenyamanan pengunjung. Fasilitas tersebut berupa taman bermain, tempat kemah, souvenir, warung makan dan minum, kantor pengelola, musala, MCK, dan Tempat parkir. Bagi yang ingin menginap, ada banyak penginapan yang bisa Anda sewa.

Akses menuju Pantai Papuma

Akses jalan menuju pantai ini sudah bagus dan beraspal. Pantai ini bisa di tempuh dengan menggunakan mobil, motor maupun menyewa mobil dengan harga sekitar Rp.150.000,-. Sebenarnya, segala jenis kendaraan bisa melewati jalan ini. Namun, hingga saat ini pengelolaan dan pengembangan Papuma terkesan dilakukan sekadarnya. Padahal kalau saja kawasan ini dikembangkan dengan baik, bukan tidak mungkin mampu mendatangkan pendapatan yang tidak kecil, baik untuk pemerintah daerah maupun Perhutani sebagai pemiliknya.

Perhutani baru-baru ini kehilangan Tangkubah Perahu sebagai aset karena tidak bisa mengelola dengan optimal. Atau, demi pengelolaan tempat wisata lebih profesional sebaiknya diswastakan saja. Bisa anda lihat, Indrayanti yang tadinya banyak sampah kini menjadi bagus dan rapi bahkan ada yang mengatakan sekelas dengan Pantai Kuta Bali.

Promosi Kerajinan Khas Jember

Banyaknya wisatawan yang mengunjungi Papuma setidaknya bisa menjadi sarana untuk memperkenalkan hasil kerajinan masyarakat dan makanan khas Jember. Sedang Perhutani sebagai pengelola sekaligus pemilik wisata Papuma, jelas akan mendapatkan keuntungan dari pendapatan penjualan atau penginapan.

Dibanding dengan pantai di sebelahnya yaitu Watu Ulo, Papuma memiliki sejumlah kelebihan. Di antaranya, gelombang ombak di pantai dengan pasir putihnya ini tidak terlalu besar sehingga memungkinkan anak-anak atau pengunjung bisa menikmatinya sambil bermain-main di pantai. Lokasinya cukup luas (50 hektar) dan bisa dijadikan tempat bersantai wisatawan. Ada juga monyet-monyet hutan bisa menambah eksotika Papuma.

Sisi Lain Pesona Papuma

Keindahan Papuma tidak hanya sebatas itu. Pada sisi lain dari kawasan ini, terdapat pantai dengan hamparan batu-batu kerikil. Pada bagian atas dari pantai berkerikil atau tepatnya di atas bukit, berdiri sebuah gubuk yang biasa digunakan pengunjung untuk menikmati hamparan luas laut selatan. Memang sangat disayangkan, potensi Papuma yang begitu indah, tapi belum digarap optimal.


Peta Pantai Papuma

Tercatat, dari sekian turis asing ada sepasang turis asal Perancis yang berkunjung ke pantai Papuma dan menyatakan bahwa keindahan pantai Papuma memang sangat eksotik. Mereka betah  berlama-lama di pinggiran lantai hanya untuk menyaksikan anak-anak mandi di laut.”Pantai ini sangat indah dan sejuk. Saya lihat di pinggiran itu banyak pohon dan hutan. Sungguh sangat nyaman untuk dinikmati”, kata mereka.

Ini hasil jeprat jepret ku di pantai papuma…









Ditulis Oleh : rusman edi
http://duniarekreasi.blogspot.com/2012/11/wisata-pantai-papuma-jember.html

Reade more >>

Selasa, 18 Juni 2013

RED ISLAND BANYUWANGI


TRIBUNNEWS.COM,BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi mengenalkan tujuan baru pariwisata di Banyuwangi yakni Pulau Merah atau Red Island di Kecamatan Pesanggaran.
Tujuan tempat wisata baru itu dikenalkan pada dunia bersamaan dengan kompetisi Red Island International Surfing, Jumat (24/5/2013).
Pulau Merah terletak di pantai selatan Banyuwangi, terletak sekitar 70 kilometer ke arah selatan dari kota Banyuwangi. Bagi warga Banyuwangi, nama Pulau Merah sebenarnya tidak asing.
Tempat itu sudah lama menjadi jujugan wisatawan lokal yang ingin menikmati liburan. Pantai itu banyak dikunjungi wisatawan lokal di hari Sabtu dan Minggu atau juga hari libur.
Pasirnya berwarna putih dan kawasannya yang bersih menjadi jujugan pengunjung.
Warna laut dan pemandangan di sekelilingnya memanjakan
pengunjung.
Bernama Pulau Merah karena ada sebuah bukit kecil di tengah laut yang disebut pulau.
Letak gundukan pulau itu tidak terlalu jauh dari bibir
pantai. Warna tanah di pulau itu merah, sehingga warga setempat menyebutnya Pulau Merah.
Pemkab Banyuwangi memilih tempat itu menjadi titik wisata andalan bukan tanpa sebab. Dunia mengenal Banyuwangi mempunyai tiga tujuan wisata yang disebut segitiga emas yakni Pantai Plengkung atau G-Land, Pantai Sukamade dan Kawah Ijen.
Pantai Pulau Merah ini terletak di antara Plengkung dan Sukamade.
Malah Pulau Merah dan SUkamade terletak di kecamatan yang sama yakni Pesanggaran.
Jika berjalan dari kota Banyuwangi atau Jember menuju
Sukamade, akan mudah ditemukan petunjuk jalan bertulisakan Pulau Merah.
"Pulau Merah ini terletak di tengah-tengah antara G-Land dan Sukamade. Inilah yang mau kami kenalkan, bahwa ada tempat yang indah bahkan mirip Kuta di tahun 70-an yakni Pulau Merah," ujar SUprayogi, Kepala Kantor Pariwisata.
Pulau Merah mempunyai ombak yang bisa digunakan bermain surfing. Karenanya, lomba surfing dipilih untuk mengenalkan tempat wisata itu.
Peserta surfing tidak hanya dari lokal namun juga nasional dan internasional.
Ada 86 perserta untuk kategori lokal, nasional daninternasional itu. Sebanyak 29 orang warga negara asing mengikuti kompetisi itu antara lain dari Australia, Belanda, Prancis, Jepang juga Korea Selatan.

Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Surya
Reade more >>

Blogroll